
sajak by: Hasan Aspahani
Apakah sajak-sajak cinta yang tak menuliskan namaku itu?
Aku sering tersesat disana. Terkejut pasa kata yang tak pernah aku tahu, padaku mereka ingin mengucap apa.
Aku tejerembab disana. Berjalan di bait-bait yang rumit, yang aku tak tahu hendak mengantarku kemana.
Tapi aku betah disana. Seakan sembunyi dari banyak bunyi, yang bertahun-tahun memaksa aku memekakkan telinga sendiri.
Ah, alangkah kamusnya engkau. Sebetapa sempitnya lidahku.
Aku ingin tahu, apakah sajak-sajak itu kau tulis untukku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar