Sabtu, 08 Mei 2010

FRIEND'S RULES

Katanya, temen yang baik itu yang selalu ada saat dibutuhkan, baik susah maupun senang. Tapi, rasanya g’ ada alasan untuk pilih2. Temenan sama siapa aja lebih asyik. Kebersamaanna bisa ciptain warna warni hidup Qta. Meskipun begitu, ternyata teman itu bukan segalanya lho..!

TEMEN BUKAN HAKIM

Temen ato sohib, betapapun pentingnya buat Qta bukanlah salah satu orang yang mengendalikan hidup Qta. Temen memang ikut andil jadi bagian dalan kehidupan Qta, tapi dia bukan hakim yang berkuasa mutlak seberapa eratpun hubungannya dengan Qta. Temen yang baik itu g punya hak penuh untuk memaksa Qta melakukan hal-hal yang diinginkannya. Apalagi menghasut dengan alasan demi persahabatan. Karena final decisionnya tu ada di tangan Qta. Sebab kedepannya yang bakal nanggung sebab akibat dari keputusan yang udah dibuat adalah Qta sendiri. Jadi sobat, hargai teman Qta untuk berkata tidak.

TEMEN ITU BUKAN PUNYA QTA

Temen itu buakn orang yang bisa Qta miliki dan Qta manfaatkan untuk kepentingan sendiri. Mentang-mentang temen deket, dijadiin tempat bertumpu. Segalanya temen yang kerjain, dari PR sampe utangpun minta dibayarin. Apalagi kalo sampe diperlakukan sebagai anak buah atau pesuruh. Wah, wah... Well, jangan mengatasnamakan persahabatan sebagai alasan buat melakukan sesuatu yang Qta inginkan. Menganggap diri sendiri sebagai bos dalam suatu ikatan pertemanan itu pilihan yang buruk! Bakalan banyak datangin masalah. Apalagi kalo sampe membatasi ruang geraknya, ngatur-ngatur dan melarang sohib wat temenan diluar geng. Kalo dipikir-pikir ada hak apa Qta dengan kehidupannya?

FREE TALK

G jarang ucapan itu susah wat dikontrol. Kata-kata bisa nyamber gitu aja apalagi sama sohib sendiri. Anyway, kalo kata-kata sohib ada yang nyakitin hati, free talk aja. Bicaralah secara terbuka apa yang udah bikin Qta tersinggung ato terluka. G sah takut atopun sungkan. Temen yang baik akan menerima kritik dan masukan yang positif dan dia juga g akan merasa malu apalagi terhina hanya untuk mengatakan kata maaf

MEMBERI DAN MENERIMA

Temenan yang adil itu yang suka memberi juga suka menerima dengan tulus. Bukan hal ang menjadi kewajiban. Hanya menjadi bagian dari timbal balik dalam pertemanan. Kadang, Qta g harus selalu berkorban untuk teman Qta. Lakukan aja semampu Qta. G sah terlalu memaksakan diri.

IT’S MY SECRET !

Terkadang, ada banyak hal-hal penting yang lebih diutamakan. Ada juga yang harus dirahasiakan. Sebagai teman yang baik, akan lebih bijaksana kalo Qta g mengusik apa yang menjadi privasinya. Biarkan teman Qta melakukan apa yang menjadi prioritasnya. G usah dihalangi ato ikut campur segala. Tapi, jangan lupa beri perhatian kalo dia curhat ato minta bantuan serta butuh motivasi.

BE FUN

Nikmati kelebihan/keunikan teman Qta. Jangan disindir apalagi diremehin. Kalo Qta merasa kesal saat ada yang mengejek diri Qta maka itulahhal yang sama yang akan dirasakan oleh teman Qta. Jadi hargailah apa yang ada pada diri sohib Qta. Biarkan aja dia menjadi dirinya sendiri. Teman yang baik ga akan menuntut teman dekatnya untuk menjadi seperti orang lain. Berteman dengan tulus itu lebih baik. g usah pilih-pilih karena semua orang punya hak yang sama untuk menjalin persahabatan. Jadi, bersenang-senanglah.

SANG PENGKHIANAT

Jangan jadi pengkhianat. Karena itu akan menimbulkan dendam dan benci yang dalem dihati. Banyak yang bilang, sohib ang menikam dari belakang itu lebih bikin sakit hati daripada orang lain. Akan lebih baik kalo semua masalah dipecahkan dengan jalan damai. G usah egois ato merasa paling benar. Mengalah itu perlu. Ingat, bersikap baiklah kepada teman Qta karena kalo bukan karena mereka Qta akan jadi orang asing. Jadilah orang yang dapat dipercaya dan mempercayai. Belajarlah untuk memaafkan dan melupakan. G usah repot-repot mendendam ato membalas orang yang melukai Qta. Dan jangan mengeluh bahwa yang terjadi pada Qta adalah kesalahan orang lain

Jadi inilah endingnya. Sampe jumpa lagi n enjoy ur friendship !

MY BELOVED PARENT

Orang tua adalah panutan kita. Setiap sikap dan kata adalah contoh terdekat yang bisa dititu dan diikuti. Meski terkadang tindakan mereka sangat sulit dimengerti, sama halnya seperti sikap kita sebagai anak yang mereka tak pahami. Sehingga seringkali sangat sulit menjalin keseragaman pendapat dan paham diantara kita. Sebenernya tipe orang tua yang kayak pa yang kita inginkan??? Berikut ini adalah keinginan tentang orang tua idaam yang akan gue tuturkan. Like a Friend, Parent in Need is a Parent indeed Orang tua yang baik adalah orang tua yang selalu ada saat dibutuhkan, beik senang ataupun susah. Saat kita terjatuh, butuh bantuan, maupun sedang berbahagia. Orang tua yang selalu ada dan membuat kita merasa mereka selalu ada meski jarak mereka tak lagi terjangkau. Orang tua yang mengerti apa yang kita butuhkan tanpa kita harus berbicara lantang. Orang tua yang bisa membuat kita bangga meski tanpa kehadirannya. Jadi, mereka akan tetap membantu meski mereka tak selalu ada didekat kita. Pemberi Semangat, bukan Pemberi Tekanan Seringkali kita dihadapkan pada pilihan yang sulit. Peran orang tua sangat dibutuhkan disini. Disaat kita merasa terjatuh dan sedih juga kecewa karena mengalami hal buruk, inilah saatnya bagi orang tua untuk memberi semangat. Memberi sedikit pencerahan dan memberitahu kita bahwa kegagalan bukanlah hal yanga buruk. Tak apa jika tak bisa atau tak mengapa jika salah/gagal. Memberi tahu kita bahwa hal burukpun bisa memberi pelajaran berharga untuk kesempatan berikutnya. Lalu memberi pelukan ringan agar kita merasa lebih nyaman. Itulah yang kita inginkan. Orang tua yang selalu mengerti apapun kondisi kita. Bahkan disaat harus memilih apa yang menjadi keinginan kita dan apa yang menjadi keinginan orang tua. Orang tua akan mengerti baik buruk keinginan kita, tapi bukan berarti melepas kebebasan kita untuk berekspresi dan berapresiasi. Selama baik, tak ada salahnya’kan untuk didukung? Bukan terus ditekan untuk selalu menuruti keinginan orang tua karena terkadang hal yang positif dan tak sejalur dengan keinginan orang tua selalu mendapat tekanan.  Teman Bicara yang Menyenangkan Orang tua adalah psikolog yang handal dirumah. Terutama bagi kita. Orang tua yang baik adalah teman bicara yang menyenangkan bagi keluarganya. Yang bisa membuat kita tidak sungkan untuk menyatakan pendapat dan berbagi pikiran. Menjadi tempatpelarian utama saat dilanda masalah dan bahkan mampu membantu memecahkan masalah yang dihadapi. Orang tua seharusnya adalah tempat untuk sharing. Bukannya tempat untuk mendapatkan makian. Karena memecahkan persoalan secara tuntas bisa dilakukan dengan berkomunikasi bukan dengan saling berteriak dan menyalahkan. Jangan sungkan Untuk Katakan ‘maaf’ ’Para orang tua banyak belajar dari anak-anak mereka bagaimana cara menghadapi hidup’-Muriel spark-. Seringkali orang tua menjadi sangat egois saat menghadapi kritikan anaknya. Sehingga membuat kita merasa tersinggung dan tersakiti saat masukan kita ditolak oleh mereka. Bahkan mereka merasa paling benar dan paling tahu serta berdalih bahwa mereka lebih tua dan berpengalaman. Meski begitu, ada baiknya orang tua mulai menyadari apa yang menjadi kesalahannya dan memikirkan masukan yang mungkin justru sesuai dengan kondisi mereka. Meskipun itu berasal dari kita, sebagai anaknya. Apa salahnya meminta maaf saat kita memang salah. Bukankah guna maaf adalah untuk memperbaiki kesalahan. Jadi, alangkah baiknya jika orang tua tak perlu sungkan untuk meminta maaf saat berbuat salah pada anaknya. Akulah yang Terpenting bukan Mereka. Terkadang, orang tua tak juga mengerti betapa berartinya kehadiran mereka bagi kita. Seirngkali mereka berpikir bahwa dengan mencukupi segala kebutuhan kita, maka mereka sudah merasa hal itu cukup memberi kebahagiaan bagi kita. Mungkin, ada kalanya kita memberi tahu bahwa akulah yang terpenting bukan yang lainnya. Karena itu akan membantu menghilangkan beban psikologis kita, saat orang tua menyadari betapa berharganya kelengkapan keluarga bagi kita. Aku sama Istimewanya dengan Semua Anak... Tanpa sadar orang tua memperlakukan kita dengan tidak sama rata. mereka yang paling banyak berprestasi adalah yang paling banyak mendapat pujian dan kasih sayang serta dukungan. Sedangkan mereka yang pengacau seringkali diabaikan, dibanding-bandingkan serta disinggung dengan kalimat yang menyakitkan. Bahkan saat kita terlahir tak semputnapun, orang tua seringkali tak menerima. Padahal, kita sama istimewanya dengan semua anak didunia. Karena kita semua pemberian Tuhan. Bahkan seorang pengacaupun punya alasan untuk menghancurkan segalanya. Karena rata-rata alasan yang melandasi sikap brutal mereka adalah sama, yakni mencuri perhatian orang tua agar mendapatkan kasih sayang yang sebanyak mereka inginkan juga akibat trauma karena tingkah laku orang tua yang tak adil dan semena-mena. Ayah dan Ibupun boleh Bilang ’Tolong’ kok Kita selalu diajarkan untuk melakukan hal-hal positif. Karena dampak dari perkataan yang baik akan baik pula. Selain itu orang tuapun selalu mengajarkan untuk berlaku sopan, baik sikap maupun perkataan. Lalu, apa salahnya bagi orang tua untuk turut juga mengaplikasikan apa yang diajarkannya pada kita. Karena bagaimanapun orangtua tetaplah guru terbaik bagi kita. Jadi, jangan sungkan untuk gunakan kata ajaib’tolong’ saat meminta sesuatu. Sama halnya dengan orang tua, kita sebagai anak akan dengan senang hati melakukan apapun yang diminta saat mereka meminta dengan sopan, bukan dengan cara membentak atak memaksa. So, ayah dan ibupun boleh menggunakan kata’tolong’ pada kami. Percayalah Padaku.... Percayalah padaku dan beri aku kesempatanuntuk melakukannya sendiri. Tetaplah dukung aku, tetapi jangan pernah tinggalkan aku. Percayalah bahwa yang kupilih dan kuputuskan itu bukan hal yang buruk, tapi mohon tetap awasi aku. Beritahu aku jika ada yang salah, tapi jangan menuduhku sebagai penyebab utama atas semua kesalahan. Karena saat salah, akupun menyadarinya. Dengarkan apa yang menjadi pertimbanganku, tapi berikan juga masukan yang baik untukku. Jadilah orang terdekatku, sebagai orang tua dan teman. Bukan sebagai pelatihku. Dan bantulah aku menjadi lebih dewasa.