MY BELOVED PARENT
Orang tua adalah panutan kita. Setiap sikap dan kata adalah contoh terdekat yang bisa dititu dan diikuti. Meski terkadang tindakan mereka sangat sulit dimengerti, sama halnya seperti sikap kita sebagai anak yang mereka tak pahami. Sehingga seringkali sangat sulit menjalin keseragaman pendapat dan paham diantara kita. Sebenernya tipe orang tua yang kayak pa yang kita inginkan??? Berikut ini adalah keinginan tentang orang tua idaam yang akan gue tuturkan.
Like a Friend, Parent in Need is a Parent indeed
Orang tua yang baik adalah orang tua yang selalu ada saat dibutuhkan, beik senang ataupun susah. Saat kita terjatuh, butuh bantuan, maupun sedang berbahagia. Orang tua yang selalu ada dan membuat kita merasa mereka selalu ada meski jarak mereka tak lagi terjangkau. Orang tua yang mengerti apa yang kita butuhkan tanpa kita harus berbicara lantang. Orang tua yang bisa membuat kita bangga meski tanpa kehadirannya. Jadi, mereka akan tetap membantu meski mereka tak selalu ada didekat kita.
Pemberi Semangat, bukan Pemberi Tekanan
Seringkali kita dihadapkan pada pilihan yang sulit. Peran orang tua sangat dibutuhkan disini. Disaat kita merasa terjatuh dan sedih juga kecewa karena mengalami hal buruk, inilah saatnya bagi orang tua untuk memberi semangat. Memberi sedikit pencerahan dan memberitahu kita bahwa kegagalan bukanlah hal yanga buruk. Tak apa jika tak bisa atau tak mengapa jika salah/gagal. Memberi tahu kita bahwa hal burukpun bisa memberi pelajaran berharga untuk kesempatan berikutnya. Lalu memberi pelukan ringan agar kita merasa lebih nyaman. Itulah yang kita inginkan. Orang tua yang selalu mengerti apapun kondisi kita. Bahkan disaat harus memilih apa yang menjadi keinginan kita dan apa yang menjadi keinginan orang tua. Orang tua akan mengerti baik buruk keinginan kita, tapi bukan berarti melepas kebebasan kita untuk berekspresi dan berapresiasi. Selama baik, tak ada salahnya’kan untuk didukung? Bukan terus ditekan untuk selalu menuruti keinginan orang tua karena terkadang hal yang positif dan tak sejalur dengan keinginan orang tua selalu mendapat tekanan.
Teman Bicara yang Menyenangkan
Orang tua adalah psikolog yang handal dirumah. Terutama bagi kita. Orang tua yang baik adalah teman bicara yang menyenangkan bagi keluarganya. Yang bisa membuat kita tidak sungkan untuk menyatakan pendapat dan berbagi pikiran. Menjadi tempatpelarian utama saat dilanda masalah dan bahkan mampu membantu memecahkan masalah yang dihadapi. Orang tua seharusnya adalah tempat untuk sharing. Bukannya tempat untuk mendapatkan makian. Karena memecahkan persoalan secara tuntas bisa dilakukan dengan berkomunikasi bukan dengan saling berteriak dan menyalahkan.
Jangan sungkan Untuk Katakan ‘maaf’
’Para orang tua banyak belajar dari anak-anak mereka bagaimana cara menghadapi hidup’-Muriel spark-. Seringkali orang tua menjadi sangat egois saat menghadapi kritikan anaknya. Sehingga membuat kita merasa tersinggung dan tersakiti saat masukan kita ditolak oleh mereka. Bahkan mereka merasa paling benar dan paling tahu serta berdalih bahwa mereka lebih tua dan berpengalaman. Meski begitu, ada baiknya orang tua mulai menyadari apa yang menjadi kesalahannya dan memikirkan masukan yang mungkin justru sesuai dengan kondisi mereka. Meskipun itu berasal dari kita, sebagai anaknya. Apa salahnya meminta maaf saat kita memang salah. Bukankah guna maaf adalah untuk memperbaiki kesalahan. Jadi, alangkah baiknya jika orang tua tak perlu sungkan untuk meminta maaf saat berbuat salah pada anaknya.
Akulah yang Terpenting bukan Mereka.
Terkadang, orang tua tak juga mengerti betapa berartinya kehadiran mereka bagi kita. Seirngkali mereka berpikir bahwa dengan mencukupi segala kebutuhan kita, maka mereka sudah merasa hal itu cukup memberi kebahagiaan bagi kita. Mungkin, ada kalanya kita memberi tahu bahwa akulah yang terpenting bukan yang lainnya. Karena itu akan membantu menghilangkan beban psikologis kita, saat orang tua menyadari betapa berharganya kelengkapan keluarga bagi kita.
Aku sama Istimewanya dengan Semua Anak...
Tanpa sadar orang tua memperlakukan kita dengan tidak sama rata. mereka yang paling banyak berprestasi adalah yang paling banyak mendapat pujian dan kasih sayang serta dukungan. Sedangkan mereka yang pengacau seringkali diabaikan, dibanding-bandingkan serta disinggung dengan kalimat yang menyakitkan. Bahkan saat kita terlahir tak semputnapun, orang tua seringkali tak menerima. Padahal, kita sama istimewanya dengan semua anak didunia. Karena kita semua pemberian Tuhan. Bahkan seorang pengacaupun punya alasan untuk menghancurkan segalanya. Karena rata-rata alasan yang melandasi sikap brutal mereka adalah sama, yakni mencuri perhatian orang tua agar mendapatkan kasih sayang yang sebanyak mereka inginkan juga akibat trauma karena tingkah laku orang tua yang tak adil dan semena-mena.
Ayah dan Ibupun boleh Bilang ’Tolong’ kok
Kita selalu diajarkan untuk melakukan hal-hal positif. Karena dampak dari perkataan yang baik akan baik pula. Selain itu orang tuapun selalu mengajarkan untuk berlaku sopan, baik sikap maupun perkataan. Lalu, apa salahnya bagi orang tua untuk turut juga mengaplikasikan apa yang diajarkannya pada kita. Karena bagaimanapun orangtua tetaplah guru terbaik bagi kita. Jadi, jangan sungkan untuk gunakan kata ajaib’tolong’ saat meminta sesuatu. Sama halnya dengan orang tua, kita sebagai anak akan dengan senang hati melakukan apapun yang diminta saat mereka meminta dengan sopan, bukan dengan cara membentak atak memaksa. So, ayah dan ibupun boleh menggunakan kata’tolong’ pada kami.
Percayalah Padaku....
Percayalah padaku dan beri aku kesempatanuntuk melakukannya sendiri. Tetaplah dukung aku, tetapi jangan pernah tinggalkan aku. Percayalah bahwa yang kupilih dan kuputuskan itu bukan hal yang buruk, tapi mohon tetap awasi aku. Beritahu aku jika ada yang salah, tapi jangan menuduhku sebagai penyebab utama atas semua kesalahan. Karena saat salah, akupun menyadarinya. Dengarkan apa yang menjadi pertimbanganku, tapi berikan juga masukan yang baik untukku. Jadilah orang terdekatku, sebagai orang tua dan teman. Bukan sebagai pelatihku. Dan bantulah aku menjadi lebih dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar