Sabtu, 08 Agustus 2009

friend rules

Katanya, teman yang baik itu yang selalu ada saat dibutuhkan baik susah ataupun senang.Tapi, raanya g ada alasan untuk pilih pilih. Temenan sama siapa aja lebih asik. Kebersamaannya bisa ciptain warna-warni hidup kita. Meskipun bagitu, ternyata teman itu bukan segalanya lho! Temen Bukan Hakim Temen atau sohib betapapun pentingnya buat kita, bukanlah salah satu orang yang mengendalikan hidup kita. Teman memang ikut andil menjadi bagian dari hidup kita, tapi dia bukan hakim yang berkuasa mutlak seberapa eratpun hubungannya dengan kita. Temanyang baik itu g punya hak penuh untuk memaksa kita melakukan hal-hal yang diinginkannya. Apalagi menghasut dengan alasan demi persahabatan. Karena finel decisionnya itu ada di tangan kita. Sebab kedepannya yang bakal menanggung sebab-akibat dari keputusan yang dibuat adalah kita sendiri. Jadi sobat, hargai teman kita untuk berkata tidak. Temen Itu Bukan Punya Kita Temen itu bukan orang yang bisa kita miliki dan kita manfaatkan untuk kepentingan sendiri. Mentang-mentang temen deket, dijadiin tempat bertumpu. Segalanya teman yang kerjain, dari PR sampe utangpun minta dibayarin. Apalagi kalo sampe diperlakukan sebagai anak buah. Wah wah... Well, jangan mengatasnamakan persahabatan sebagai alasan buat melakukan sesuatu yang kita inginkan. Menganggap diri sendiri sebagai bos dalam suatu ikatan pertemanan itu pilihan yang buruk! Bakalan banyak datangin masalah. Apalagi kalo sampe membatasi ruang geraknya, ngatur-ngatur dan ngelarang sohib buat temenan sama orang diluar geng. Kalo dipikir, ada hak apa kita dengan kehidupannya. Free Talk Nggak jarang ucapan itu sulit untuk dikontrol. Kata-kata bisa nyembur gitu aja apalagi sama sohib sendiri. Anyway, kalo kata-kata sohib ada yang nyakitin hati, free talk aja. Bicaralah secara terbuka apa yang udah bikin kita tersinggung atau terluka. nggak usah takut atau sungkan teman yang baik akan menerima kritik dan masukan yang baik dan positif. Dan dia juga nggak akan merasa malu apalagi terhina hanya untuk mengatakan kata maaf. Memberi dan Menerima Temenan yang adil itu yang suka menerima juga suka memberi dengan tulus. Bukan hal yang menjadi kewajiban kok. Hanya menjadi bagian dari timbal balik dalam pertemanan. Kadang, kita nggak harus selalu berkorban untuk teman kita. Lakukan aja semampu kita. Nggak usah terlalu memaksakan diri. Its My Secret Terkadang, ada banyak hal-hal penting yang lebih diutamakan. Ada juga yang harus dirahasiakan. Sebagai teman yang baik, akan lebih bijaksana kalo kita nggak mengusik apa yang jadi privasinya. Biarkan temen kita melakukan apa yang jadi prioritasnya. Nggak usah dihalangi atau ikut campur segala. Tapi, jangan lupa untuk memberi perhatian dan bantuan kalo dia membutuhkan. Be Fun Nikmati kelebihan dan keunikan temen kita. Jangan disindir apalagi di ejek. Kalau kita merasa kesal saat ada yang mengejek diri kita, maka itulah hal yang sama yang akan dirasakan oleh teman kita. Jadi hargailah apa yang ada pada diri sohib kita. Biarkan aja dia menjadi diri sendiri. Teman yang baik nggak akan menuntut temen deketnya untuk menjadi seperti orang lain. Berteman dengan tulus itu lebih baik. Ngak usah pilih-pilih karena semua orang punya hak yang sama untuk menjalin persahabatan. Jadi, bersenang-senanglah. Sang Pengkhianat Jangan jadi penghianat. Karena itu akan menimbulkan dendam dan benci yang dalem di hati. Banyak yang bilang, sohib yang menikan dari belakang itu lebih bikin sakit hati daripada orang lain. Akan lebih baik kalo semua masalah dipecahkandengan jalan damai. Nggak usah egois atau merasa paling benar. Mengalah itu perlu. Ingat, bersikap baiklah kepada teman kita karena kalau bukan karena mereka kita akan jadi orang asing. Jadilah orang yang dapat dipercaya dan mempercayai. Belajarlah untuk memaafkan dan melupakan. Nggak usah repot-repot mendendam atau membalas orang yang melukai kita dan jangan mengeluh bahwa yang terjadi pada kita adalah kesalahan orang lain. Jadi inilah endingnya. Selamat mencoba dan enjoy your friendship !

Tidak ada komentar: